Pengertian dan Bahaya Software Remap Ecu Mobil

  • Whatsapp

Kini banyak pengguna mobil mencari software remap ecu mobil sebagai alternatif pilihan untuk meningkatkan daya mesinnya. Melakukan remap ecu mobil tentu hal yang bagus, namun sebagai pengguna mobil yang cerdas harus paham bahwa selalu ada risiko, terutama untuk penggunaan software tuner ecu. Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui selengkapnya:

Apa Itu Software Remap Ecu?

Cara kerja mobil tersimpan dalam komponen yang bisa disebut juga sebagai otak mobil, yakni ecu. Tentu setiap mobil sudah memiliki ecu bawaannya masing-masing. Ecu pada setiap mobil ini menyimpan map dan data yang diacu sebagai standar kinerja mobil. Standar kerja ini memerlukan upgrade jika usia mobil dan mesinnya semakin bertambah.

Upgrade yang diberikan ini bernama remap ecu mobil. Ini artinya, remap ecu pada dasarnya merupakan pengaturan atau kalibrasi ulang program pada eco mobil. Map serta data yang terdapat pada ecu mobil diubah untuk meningkatkan tenaga mesin. Alhasil, mesin mobil dapat beroperasi dengan berbeda daripada sebelumnya dan memiliki tenaga yang lebih besar.

Tentunya tidak sedikit pengguna mobil yang ingin memberikan upgrade ini ke mobilnya. Sebab remapping ecu mobil memerlukan hardware dan software. Banyak yang berasumsi dapat menggunakannya sendiri tanpa tenaga ahli. Hardware remap ecu adalah perkakas untuk mengubah data, sementara software remap ecu mobil adalah program yang digunakan untuk mengubah data.

Bahaya Software Remap Ecu

Semua mobil memiliki ecu bawaannya sendiri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ecu mobil sudah diatur sedemikian rupa oleh para produsen mobil. Meskipun setting ini seringkali dikatakan membuat mobil tidak dapat mengeluarkan 100% dayanya, bukan berarti pemberian remap ecu mobil merupakan solusi penambah daya dengan 0% risiko.

Banyak bengkel mobil yang menawarkan remap ecu mengatakan bahwa remap ecu adalah hal yang bagus untuk mobil. Selain itu, masih ada iming-iming lain seperti peningkatan akselerasi dan torsi serta masih banyak lainnya. Namun pemasangan remap ecu memiliki bahaya tersendiri, yakni:

1. Data corrupt.

Menggunakan software remap ecu mobil berarti mengubah data bawaan ecu mobil. Untuk melakukan remap diperlukan tenaga ahli, perangkat, serta software yang mumpuni. Apabila salah satu dari ketiga hal tersebut tidak berjalan lancar maka data yang ditransfer bisa gagal. Proses transfer data tidak boleh terhenti sebab akan menyebabkan data corrupt.

2. Mesin tidak mau menyala.

Ini merupakan salah akibat dari data corrupt. Masing-masing mobil memiliki software remap khusus sesuai dengan tipe dan merknya. Jika tidak menggunakan software yang tepat, wajar saja jika proses transfer gagal atau menyebabkan data corrupt. Ini menyebabkan mesin mobil tidak mau menyala dan membuat mesin bermasalah di kemudian hari.

3. Mobil berubah menjadi mobil race.

Sekilas, tentu ini merupakan hal yang diinginkan oleh beberapa pengguna mobil. Namun, jika mobil harus digunakan oleh pengguna lain yang tidak terbiasa tentu akan berbahaya. Peningkatan tenaga mobil hingga 10% berpotensi bahaya untuk pengguna yang terbiasa dengan daya standar bawaan pabrik.

4. Bensin Boros.

Bertambahnya daya dan akselerasi mobil tentu membuat bahan bakar yang diperlukan juga semakin besar. Tentu ini bukan hanya bahaya di jalan namun juga membahayakan kantong. Ada perbedaan signifikan dari penggunaan bahan bakar pada mobil yang belum remap ecu dan sudah.

5. Usia masa pakai sparepart mobil pendek.

Setting yang diubah dan daya yang ditingkatkan tidak bisa dipungkiri akan memakan penggunaan mesin lebih besar. Tentu saja penggunaan mesin dan sparepart yang tidak seperti biasanya akan membuat masa pakai mesin menjadi berkurang.

Demikian sedikit ulasan dari pengertian dan bahaya software remap ecu mobil yang sebaiknya pembaca ketahui. Pastikan untuk menggunakan software dan tenaga yang memang ahli dan sesuai untuk menghindari bahaya pada mobil.

Baca Juga: Pinjaman Online OJK

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.